Jumat, 02 Februari 2018

PROGRAM BEASISWA 3 TAHUN LIU ZHOU CITY VOCATIONAL COLLEGE (LCVC)

PROGRAM BEASISWA 3 TAHUN LIU ZHOU CITY VOCATIONAL COLLEGE (LCVC) *

Gratis uang sekolah & buku 3 thn
Gratis uang asrama & asuransi 3 thn
Dapat uang makan¥4800/thn

Kesempatan untuk kuliah gratis di China, segera daftar!!!

LIU ZHOU CITY VOCATIONAL COLLEGE (LCVC) March 2018 Intake

Beasiswa penuh  sudah termasuk :
 1. Gratis uang sekolah selama 3 tahun senilai ¥36.000
2. Gratis uang asrama selama 3 tahun senilai ¥3.000
3. Gratis uang buku selama 3 tahun senilai ¥ 1.800
4. Gratis uang asuransi selama 3 tahun senilai ¥ 2.400
5. Mendapat uang makan ¥4.800/ tahun

Tidak termasuk:
1.Tiket pesawat PP
2. Visa pelajar china ¥400
3. Medical cek up ¥ 303
4. Jaminan asrama¥200(dikembalikan setelah lulus)
5. Biaya administrasi ¥1000
6. Pengurusan visa di indonesia

Dokumen yang dibutuhkan:
1. Formulir LCVC
2. Paspor
3. Ijazah & rapor (ditranslate oleh translater tersumpah)
4. Rekomendasi baik dari kepala sekolah
5. Formulir kesehatan & medical cek up
6. Pas foto 4x6(10 lbr)

Fakultas/Departements yg ditawarkan:
1. Mechanical Electrical & Automotive Engineering
2. Economics & management
3. Normal Education
4. Information Engineering
5. Architecture Design
* Dengan berbagai jurusan yg ditawarkan*

Deadline: 30 Maret 2018

☎Contact Person:
Ms. Ely:
08990797371 (Whatsapp)
Mr. Yohanes:
08999995317 (Whatsapp)

Beasiswa S1 Jepang Mitsui-Bussan Scholarship (Full Scholarship)

 Beasiswa S1 Jepang Mitsui-Bussan Scholarship (Full Scholarship)
(Cpdr:eml0812133001Xxgrp.fcfg260118/1243)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Beasiswa ini sangat cocok bagi yang ingin mempelajari kebudayaan Jepang, karena Beasiswa Mitsui-Bussan memiliki tujuan agar para siswa terpilih dapat mempelajari budaya dan tradisi di Negeri Sakura tersebut.
Selain itu, diharapkan para penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan di Indonesia setelah menyelesaikan kuliah di Jepang.

Beasiswa S1 Jepang Mitsui-Bussan akan diberikan selama jangka waktu 5,5 tahun yang meliputi rincian berikut :

♦ Kursus bahasa Jepang : 1,5 tahun (18 bulan) yang akan dilaksanakan pada Tokyo Japanese Language Education Center of Independent Administrative Institution, Japan Student Services Organization, Tokyo, Jepang.

♦ Masa Studi S1 di Universitas yang terdapat di Jepang: 4 tahun (48 bulan)
Untuk masa studi tahun 2018, beasiswa ini akan diberikan dari bulan Oktober 2018 s/d Maret 2024.

Cakupan beasiswa yang diberikan :

1. Tunjangan biaya hidup senilai 145,000 yen (Rp 17juta) per bulan.

2. Tiket pesawat kelas ekonomi PP Indonesia – Jepang pada awal dan akhir masa pemberian beasiswa.

3. Tunjangan kedatangan senilai 50,000 yen (Rp 5,9juta) yang diberikan pada saat kedatangan di Jepang.

4. Tanggungan penuh biaya perkuliahan termasuk biaya pendaftaran dan biaya kursus bahasa Jepang.

5. Akomodasi:
– Pada 1,5 tahun pertama selama masa kursus bahasa Jepang, penerima beasiswa akan tinggal di asrama Japanese Language Center. Penerima beasiswa akan mendapatkan subsidi lodging sejumlah 5.000 yen per bulan.
– Saat menjalani masa perkuliahan, pelamar dapat tinggal di asrama, kos, atau apartemen yang telah ditentukan oleh Mitsui Bussan Scholarship. Penerima beasiswa akan mendapatkan subsidi lodging sejumlah 25.000 yen per bulan.

6. Asuransi kesehatan, penerbangan, dan kecelakaan selama masa penerimaan beasiswa.

7. Pembiayaan buku dan materi saat kursus bahasa Jepang dan selama masa studi di universitas.

Untuk biaya makan, transportasi selama masa studi dan biaya lainnya ditanggung oleh masing-masing peserta.

Bidang studi yang dapat dipilih :

1. Studi mengenai Sains dan Teknik (4 tahun kuliah) yang meliputi:
a. Mathematics, Physics, Chemistry, Information & Computer Science, Biology, Biophysics & Biochemistry, Geology, dll.
b. Civil Engineering, Architecture, Urban Engineering, Environmental Engineering, dll.
c. Mechanical Engineering, Precision Engineering, dll.
d. Ship Building & Ocean Engineering, Aeronautics, dll.
e. Electrical Engineering, Electronics, Information & Communication Engineering, dll.
f. Metallurgy, Materials Science, dll.
g. Applied Chemistry, Chemical Engineering, dll.
h. Industrial Engineering, Factory & Production Management, Plant Management, dll.
i. Agricultural Engineering, Forest & Fishery Science, Agricultural Chemistry, Agro biology, Food Engineering, dll.
Catatan: Pelamar tidak dapat memilih bidang studi Ilmu Kedokteran, Farmasi, dan Kedokteran Hewan karena masa studi yang lebih panjang.

2. Studi mengenai Ilmu Sosial, Bisnis, dan Niaga (4 tahun kuliah) yang meliputi:
a. Civil Law, Public Law, Political Science, dll.
b. Economic Theory, Economic History, Economic Policy, dll.
c. Enterprise Management, Accounting, Commerce & Marketing, Finance, Insurance, Industrial Relations, Econometrics, International Economics, dll.

Persyaratan :

1. Merupakan Warga Negara Indonesia.

2. Pelamar berusia kurang dari 20 tahun per tanggal 1 April 2018.

3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani masa penerimaan beasiswa.

4. Dapat diikuti bagi yang sudah lulus SMA maupun bagi pelajar kelas 12 SMA jurusan IPA atau IPS. Untuk jurusan IPA, nilai Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris minimal 80.
Sedangkan untuk jurusan IPS, nilai Matematika, Ekonomi, Geografi, dan Bahasa Inggris minimal 80.
Bagi lulusan SMA, nilai minimal tersebut dilihat selama 3 tahun sekolah, sedangkan bagi pelajar kelas 12, nilai minimal tersebut dilihat pada dua semester terakhir.

5. Bersedia untuk belajar bahasa Jepang dan mendapatkan pendidikan di universitas dalam bahasa Jepang.

6. Sehat jasmani dan rohani dan tidak terinfeksi penyakit.

Tata Cara Pendaftaran :
Untuk mendaftar Beasiswa S1 Jepang Mitsui-Bussan Program, pelamar harus mendaftar dengan langkah-langkah berikut:

Pertama, pelamar mengisi Formulir Pendaftaran pada website : www.mbkscholarship-id.com.
Pendaftaran baru akan dibuka pada tanggal 1 Februari 2018

Silahkan bagi yang tertarik untuk detilnya bisa di cek di website : www.mbkscholarship-id.com

Rabu, 17 Januari 2018

Beasiswa Unggulan Program S1 di Universitas Bakrie

Beasiswa Unggulan Program S1 di Universitas Bakrie

Deadline: 9 February 2018

Kesempatan mendapatkan Beasiswa Unggulan hanya bisa didapatkan melalui Ujian Saringan Masuk Mandiri (USM).Universitas Bakrie membuka jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 melalui seleksi Ujian Saringan Masuk Mandiri. Seleksi USM ini merupakan ujian masuk mandiri yang dilaksanakan langsung oleh Universitas Bakrie untuk menyeleksi penerima Beasiswa Unggulan, Gemilang dan Cemerlang Universitas Bakrie. Adapun peserta yang dapat mengikuti program ini adalah siswa/i lulusan SMA/SMK/MA dengan tahun lulusan 2016/2017 s/d 2018/2019. USM hanya dilaksanakan tiga gelombang


Minggu, 14 Januari 2018

Beasiswa untuk S2 dan S3 Kanazawa University Jepang Entrance Oct 2018

Beasiswa untuk S2 dan S3 Kanazawa University Jepang Entrance Oct 2018

Persyaratan

Lulusan S1 atau S2 Teknik Kimia
Ipk min 3.5
Toefl 530 or Ielts 6.0
Bid research : supercritical fluid
Application deadline 20 Jan 2018
Usia max 35 thn

Yg berminat hubungi
Iwan Ridwan
PhD Student
Kanazawa University Japan
iwan.ridwan@stu.kanazawa-u.ac.jp

Sabtu, 25 November 2017

Beasiswa Dosen Ristekdikti dari Fulbright Program S3 di Amerika Deadline: 15 Februari 2018

Beasiswa Dosen Ristekdikti dari Fulbright Program S3 di Amerika

Deadline: 15 Februari 2018

Kabar gembira, bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di bawah Kementerian Ristek Dikti, sebab ada beasiswa dosen dari Fulbright yang dapat Anda ikuti untuk melanjutkan studi ke jenjang S3. Nama dari program beasiswa ini yaitu Fulbright Awards for Indonesian Lecturers Program. Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen yang ingin melanjutkan studi jenjang doktor (S3) di universitas-universitas di Amerika Serikat.

Beasiswa Fulbright untuk dosen Ristekdikti bisa dilamar untuk semua program studi dengan pengecualian bidang kedokteran terutama yang terkait dengan perawatan pasien atau yang berhubungan dengan pasien klinis. Sangat terbuka, bila pelamar ingin mengajukan proposal yang berkaitan dengan humaniora, seni, dan ilmu sosial atau sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), dan juga kesehatan. Jika aplikasi dalam bidang STEM disarankan fokusnya adalah pelestarian lingkungan, eksplorasi energi alternatif, atau mitigasi perubahan iklim.

Persyaratan
> Umum:
1. Merupakan warganegara Indonesia dan bukan penduduk tetap Amerika Serikat atau saat ini tinggal di AS
2. Merupakan dosen di universitas negeri atau swasta di Indonesia yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional atau NIDN
3. Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan RISTEK-DIKTI dan diatur setiap tahun dalam panduan beasiswa online
4. Memiliki kualitas kepemimpinan serta memperlihatkan pengalaman di dalam pelayanan masyarakat
5. Punya persiapan serta memperlihatkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
6. Mahir berbahasa Inggris
7. Memiliki catatan akademik yang luar biasa
8. Menunjukkan bahwa dapat secara realistis menyelesaikan studi pascasarjana penuh atau melakukan penelitian di AS
9. Menunjukkan komitmen kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiwa Fulbright
10. Bersedia menandatangani kesepakatan dengan RISTEK-DIKTI yang berjanji untuk kembali melayani institusi tempat asalnya beberapa tahun sebelum pensiun setelah menyelesaikan program beasiswa, sesuai dengan persyaratan RISTEK-DIKTI yang berlaku.

> Khusus:
1. Bergelar master (S2)
2. IPK minimum 3.0 (skala 4.00)
3. Berusia di bawah 50 tahun
4. Skor ITP TOEFL minimum 575 atau skor iBT 90/91 atau IELTS yang setara.

Dokumen aplikasi:
1. Formulir aplikasi (https://www.aminef.or.id/c/uploads/2016/10/2017_RISTEKDIKTI_Fulbright_PhD.zip). Ini termasuk satu halaman study objective serta 10 – 15 halaman proposal riset.
2. Copy terbaru skor TOEFL ITP/IBT TOEFL atau IELTS, kurang dari dua tahun
3. Dua surat referensi dari dosen/profesor dan dari atasan tempat kerja yang mengenal Anda dengan baik
4. Copy ijazah dan transkrip akademik beserta terjemahan resmi ke dalam bahasa Inggris
5. Copy dokumen identitas (KTP atau paspor)
6. Curriculum vitae

Pendaftaran:
Lengkapi dokumen aplikasi yang diminta. Buat dua rangkap. Satu rangkap buat Aminef dan satu lagi ke Ristekdikti. Kemudian ajukan via pos atau antar langsung ke alamat:

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Intiland Tower, lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220
Tel : (021) 579 39 085 ~ 9086

Kemudian kirim juga berkas serupa ke alamat:

Fulbright Awards for Indonesian Lecturers Program
Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK & DIKTI
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Jalan Pintu 1 Senayan, lantai 5
Jakarta 10270

Dokumen aplikasi diterima paling lambat 15 Februari 2018.

Kontak:
Ph. (021) 5793-9085/86
Fax. (021) 5793-9089
E-mail: infofulbright_ind@aminef.or.id
Web: www.aminef.or.id

Jumat, 14 Juli 2017

Scholarship Postdoc position in brain development

The Department of Radiology at the University of Calgary is accepting applications for a post-doctoral fellow to work with Drs. Signe Bray and Ashley Harris in the area of brain development and developmental disorders.

Drs. Bray and Harris are Assistant Professors in the Department of Radiology, members of the Alberta Children’s Hospital Research Institute and the Child and Adolescent Imaging Research (CAIR) Program at the University of Calgary. The CAIR Program has a research-dedicated 3T MR scanner, MRI-compatible EEG system and a growing program in pediatric imaging. Drs. Harris and Bray have substantial experience with MR imaging and spectroscopy and applying these methods to understand development and developmental disorders. Additionally, they collaborate with experts in mental health, neuropsychology, neurology, psychology and image science.

The candidate will work with Drs. Bray and Harris on understanding development of sensory perception in young children, with and without neurodevelopmental disorders, using EEG, NIRS and MRI. Funding is guaranteed for 2 years with the possibility of extension.

The PDF will be affiliated with the U of C and the Owerko Centre at the Alberta Children’s Hospital Research Institute (ACHRI). The Owerko Centre is a $10M state-of-the-art research space dedicated to promoting collaborative neurodevelopmental and mental health research across U of C and its affiliated hospitals. ACHRI brings together over 180 inter-disciplinary scientists to find new ways of understanding and treating child behavioral, emotional, cognitive, and physical health.

Applicants should have a background in psychology, neurosciences, biomedical engineering or a relevant discipline, experience with neuroimaging and/or pediatric research. Applicants should submit a letter of interest and CV to ashley.harris2@ucalgary.ca<mailto:ashley.harris2@ucalgary.ca>.

Sabtu, 03 Juni 2017

Lukito Edi Nugroho, Interviwer LPDP

Lowongan Beasiswa, [04.06.17 03:31]
[Forwarded from Rizal]
Jadilah dirimu sendiri
Oleh: Lukito Edi Nugroho
Interviwer LPDP


Saya memilih Padang untuk lokasi wawancara LPDP kali ini karena di kota itu banyak peserta yang berasal dari daerah dan menggunakan jalur afirmasi untuk mendaftar. Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, peserta dari daerah afirmasi biasanya punya motivasi dan semangat tinggi dalam mengejar cita-citanya, termasuk untuk melanjutkan belajarnya. Terus terang, saya suka melihat dan bertemu anak-anak yang seperti itu.

Sayangnya kali ini saya harus kecewa karena tidak menemukan apa yang saya harapkan. Benar saya menemukan anak-anak dari daerah yang sangat bersemangat untuk belajar lagi, tapi cara mereka menyajikan keinginan dan semangatnya membuat saya merasa sedih.

Anak-anak itu tidak lagi genuine. Mereka tidak tampil dalam wujud aslinya.

Apa indikasinya? Lebih dari 80% peserta wawancara menyatakan ingin melanjutkan ke sebuah universitas di Jawa, sebut saja X, dan hampir semua peserta, mungkin hanya 1-2 orang saja yang tidak, menyatakan ingin menjadi dosen setelah mereka selesai sekolah kelak. Alasan mereka juga seragam. Universitas X sudah dikenal menghasilkan lulusan yang berkualitas, akreditasinya A, risetnya keren-keren, bla..bla..bla.. Dosen adalah sebuah profesi yang sangat luhur karena mendidik calon-calon pemimpin bangsa, bisa menghasilkan riset yang berguna, bisa mengabdi kepada masyarakat, bla..bla..bla.. Sangat normatif. Ingenuity ini terlihat ketika dalam probing lebih lanjut ada informasi-informasi yang tidak konsisten atau meragukan.

Ada banyak indikasi lain yang menunjukkan bahwa anak-anak itu tampil dalam bentuk polesan, tapi saya tidak ingin membahasnya. Mereka jelas datang dengan make up yang cukup tebal, dengan harapan bisa menarik hati LPDP. Sayangnya tujuan wawancara bukanlah untuk melihat seberapa tebal make up seseorang. Wawancara justru ingin melihat sisi asli seseorang, dan dari wajah asli itulah kemudian LPDP menilai kelayakannya untuk bisa diberi beasiswa atau tidak.

Apa yang sesungguhnya terjadi? Saya tidak tahu pasti, tapi ditengarai anak-anak itu telah mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara dengan berbagai usaha, termasuk bertanya tentang tips-and-tricks ke sumber-sumber yang memiliki informasi yang mereka perlukan. Jika dicermati, saat ini bertebaran buku, grup WA dan Telegram, dan kelompok-kelompok informal yang dapat diakses oleh para calon peserta wawancara tersebut. Dapat dipahami pula bahwa anak-anak tersebut kemudian terekspos ke pengalaman-pengalaman para seniornya, yang kemudian sayangnya mereka telan pengalaman-pengalaman tersebut secara mentah-mentah.

Situasinya mungkin mirip dengan lulusan SMA yang ingin berhasil menembus SBMPTN. Mereka ikut bimbel dengan harapan: mendapatkan rumus cepat yang efektif untuk mengerjakan soal-soal SBMPTN. Sayangya anak-anak ini lupa terhadap satu perbedaan mendasar: rumus-rumus yang diajarkan di bimbel itu sifatnya universal. Dia bisa dipakai oleh semua orang dengan cara yang sama. Sementara pengalaman menghadapi wawancara itu unik, subyektif, dan melekat pada siapa yang mengalaminya. Kalau seorang senior bilang, ”Saat ditanya kelak mau jadi apa, jawablah dengan ingin menjadi dosen”, itu mungkin cocok baginya, tapi tidak cocok bagi orang lain. Si senior bisa saja memang suka mengajar, sudah lama menjadi asisten dosen, atau terlibat dalam penelitian dosen, sementara si calon interviewee tidak seperti itu. Saat baju orang lain dipakai untuk diri sendiri, maka hasilnya adalah penampilan yang aneh, dan itulah yang muncul saat wawancara.

Salahkah anak-anak itu bertanya ke para senior, orang-orang yang sudah berhasil melewati wawancara? Tentu saja tidak. Sah-sah saja mereka melakukan itu, bahkan penting. Yang perlu diperbaiki adalah cara menyerap informasi yang mereka peroleh. Mereka harus sadar bahwa mereka menerima baju yang cocok untuk orang lain. Untuk dipakai dirinya sendiri, maka perlu ada penyesuaian bentuk atau ukuran. Jika seseorang menyuruh “jadilah dosen”, maka tanyakan dulu ke diri sendiri, “Benarkah aku cocok menjadi dosen? Benarkah passionku di sana? Apa yang sudah ku

Lowongan Beasiswa, [04.06.17 03:31]
[Forwarded from Rizal]
lakukan untuk mencapai tujuan itu? Apa rencanaku jika kelak aku menjadi dosen?” Penting sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur. Jujur pada diri sendiri. Jika ada ketidaknyamanan yang muncul, itu tanda bahwa mungkin menjadi dosen bukan arah yang paling cocok. Jangan ragu untuk putar haluan dan mencari hal-hal genuine yang muncul dari dalam diri.

Pesan saya bagi para interviewee, jadilah diri sendiri dalam wawancara. Itu akan lebih ringan untuk dijalani, dan percayalah, dengan menjadi diri sendiri itu akan lebih mudah menampilkan sisi-sisi kuat dan kelebihan yang dimiliki. Terimalah informasi tentang tips-and-tricks dari sumber-sumber manapun, tapi saringlah dengan baik. Refleksikan ke dalam diri. Ada tips yang layak dipakai, ada yang perlu disesuaikan, dan ada pula yang tidak perlu didengarkan (misalnya, saran seperti ini: bangunlah situasi emosional, kalau perlu dengan menangis, karena itu akan mudah menarik simpati para pewawancara — sadarlah, kita ini melakukan wawancara, bukan drama sinetron).

Singkat kata, datanglah ke lokasi wawancara dengan “kegantengan” dan “kecantikan” kalian dan buatlah para pewawancara tertarik, tapi yakinkan bahwa itu wajah kalian yang asli. Tampilkan inner beauty kalian. Tunjukkan passion, keinginan, kapasitas, dan kemampuan yang sebenarnya tanpa harus terikat pada sesuatu yang bukan berasal dari diri kalian sendiri. Percayalah, inner beauty itu punya daya tarik yang lebih kuat daripada make up setebal apapun.

Bagaimana bila pada akhirnya tidak bisa menunjukkan wajah asli yang bisa meyakinkan LPDP untuk memberikan beasiswa? Menurut saya, janganlah memaksa diri untuk memperoleh sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai bagi kita. Kuliah S2, dan apalagi S3, itu berat, apalagi bila penyesuaian yang harus dilakukan terlalu banyak. Dunia akademik itu belum tentu cocok bagi semua orang. Memasukinya tanpa pengetahuan, bekal, passion, dan daya tahan yang memadai bisa memberikan tekanan yang luar biasa bagi yang menjalaninya. Ingatlah bahwa kesuksesan tidak hanya berasal dari jalur akademik saja. Masih banyak jalur kehidupan lain yang menawarkan opsi yang lebih baik.

Saya juga ingin berpesan pada para senior yang kebetulan pernah mengalami wawancara dan berhasil mendapatkan beasiswa. Teruslah membantu adik-adik kalian untuk menggapai kesuksesan. Menurut saya, itu tanggung jawab moral kalian. Berikan petunjuk dan ceritakan pengalaman sukses kalian, tapi pastikan mereka paham bahwa mereka harus merefleksikan semua itu ke dalam diri dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Temani, tapi jangan suapi mereka, sehingga pada akhirnya mereka bisa menunjukkan potensi yang dimiliki saat wawancara, seperti halnya kalian dulu pernah melakukannya.

FeedBurner FeedCount